lagi apa dmn?

hanya itu yang bisa gw bantu saat ini.

benar-benar tidak bisa apapun bantu selain itu.

“lagi dimana?”

“sedang apa?”

semua porak-poranda ya?

maaf jika memang itu salah gw

gada maksud apapun,bahkan sekedar mengoda atau mempermainkan

itu semua adalah permainan lo. punya lo. dan lo ada hak disana.

gw hanya sekedar orang jalan yang berlalu begitu saja.

lalu menumpang telepon dirumah lo,karena kehabisan uang.

memberi kabar kawan-kawan disana bahwa gw masih bernapas dan sehat wal afiat

lampu

ketika senja sudah hilang tertelan lauatan samudera

lampu-lampu pun ikut lenyap dari peredaran,dimanapun

begitu juga di tempat kosan ku,di sebuah tepi pantai utara

kosan kecil dengan isi kasur kapuk,meja belajar,kursi dan almari

sekedar nyala hape pun tak ada ketika itu

ada sebatang rokok kumal di dalam dompet lusuh

sebatang dengan rupa yang bengkok-bengkok

dengan korek kayu di saku celana

dan di dalam almari sebuah korek gas

tidak ada niat ku untuk membakar rokok itu

hanya sekedar ingin melihat cahaya

hanya sekedar itu

tapi,lampu mati bersekongkol dengan senja

mungkin sebelum senja pergi iya mengirimkan telegram

agar bersapu padu dengan segala lampu-lampu di sini

untuk menggelapkan dunia

pergi aku ke hutan

berburu kunang-kunang

menyalakan api dengan batu

membakar sisi rokok

menikmati titik cahaya yang beterbangan

bersana jalannya angin embun

menyambung tali

seorang kawan bilang,

ukhuwah itu adalah saling mengingatkan dan saling mendoakan

sekarang ada beberapa simpul tali itu yang sudah agak berkarat dan hampir putus.

entah,kapan gw juga tidak tahu.

menyambung tali yang seperti itu susah-susah gampang sebenernya.

entah mana ego yang harus di bungkam.

entah mana rasa yang harus di dustai.

ataukah mungkin akan selamanya begini?

menjadi sebuah lakon untuk selalu menjadi seseorang yang bukan diri gw?

entahLah.

tidak seperti besi yang kan disambungkan dapat mengunalan Las karbit,tali haris ditariksedikit kemudian diikat simpul yang kuat.

L

L

gw adalah orang yang terbiasa biasa dengan huruf itu “L

katanya karena lidah ini kependekan

hah haha,dulu sebagai bahan cemoohan kawan-kawan ketika kecil

di jadikan sebuah eksperimen bagaimana jika mengatakan kata-kata yang banyak huruf “R“nya

tapi gw rasa gada masalah toh gw ak parah-parah amat

lagian,segaian orang anggap itu seksi (wahah hahahah!)

bagi gw anugerah…

…gak salamana ‘kan kita harus memaki Tuhan karena apa yang sudah di berikanNya…

ketika kecoak…

hah hahahaha….

kecoak ini memang buat gw kadang suka gondok bin dongkol.

awal-awal,sial dah!!

bebener sial!

gada yang menarik selain suara cempreng dan gaya yang aneh.

sangat aneh di antara kalangan kecoak-kecoak lainnya.

entah apa yang lebih dari kecoak ini ketika kecoak lainnya hanya bersembunyi di lubang-lubang tanah.

ah…

entah kenapa juga gw harus memikirkan dan menulis si kecoak di sini.

pokoknya,ketika kecoak pergi. jadi sepi.

putih

jika kita berkawan,

jangan lihat warna kulitnya,

karena kulit tubuh siapa yang ingin seperti itu

ketika kita akan lahir?

pernahkah kita meminta warna kulit ketika sang JUARA sperma bapak berkejar-kejaran dan akan membuahi OVUM ibu?

pernahkah kita memesan warna sebelum kulit ari ini terbentuk seperti kita akan memesan rasa eskrim di dunia fantasi?

ituLah,hebatnya hidup!

bagaimana jika dulu kau adalah hasil pembuahan ovum dari sperma seorangkulit hitam?

hitam/putih sama saja.

makin banyak berwarna semakin menarik. seperti sebuah kebun bunga di taman nasional.

“yang penting adalah hatinya

gelang

enak kalo jadi orang yang beda dengan kebiasaan orang lain di sekitar.

mereka terlalalu monoton dan homogen.

terpengaruh dengan rute-rute yang di buat orang lain. bukan dirinya sendiri. belum merdeka. walau rasa merdeka itu adalah masing-masing. asing bagi yang lain.

kalo kita beda dengan homogen,akan tampak bersinar. karena mata akan tertuju kesana seperti warna jingga di antara hitam sebelum malam tiba.

seperti sebuah gelang MERAH-PUTIH di lengan kiri,memaksa mata tertuju ke sana sebuah paduan warna TANAH-AIR di antara warna kulit yang menghitam.

senyum matahari

pagi ini matahari tersenyum padaku…

di antara deburan ombak selatan di antara hujan gerimis di pelelangan ikan.

tersenyum lebar dengan hati.

memperbaiki hati ini yang sedang rusak.

aku hanya ingin tersenyum.

selalu tersenyum, kepadamu yang tersenyum padaku

seperti senyum matahari di pagi hari

sepertinnya tidak?

lalalala…

susah juga ya?

ketika menerima sebuah penolakan/ketidaksetujuan

dari sebuah hasil pemompaan diri yang tinggi

dari sebuah harga yang dirasa sudah sesuai dengan pengorbanan

kata orang bijak,

kita harus menerima dengan lapang dada.

hah haha…

“sepertinya tidak” dengan katakata lembut sekalipun seperti nemnohok urat jantung paling kuat sekalipun pula.

“ya,jangan lupa di pakai kaos merah itu y…”

di depan belok kanan,

ketika sudah sampai pojokan di depan

jangan lupa untuk belok kanan,

jangan ke kiri!

bukan. bukan,kawan…

tidak ada maksud memasukan paham yang sedang tidak kau pahami

hanya sekedar menunjukan arah nya saja

setelah belok kanan,lihatLah

lihat tanda mawar di bawah kaki gunung sebelah utara mu

lihatLah dengan mata hati mu

sebuah bunga mawar merah. di kaki gunung

setelah itu jalan mengikuti tanda mawar itu sampai di batas rimba

jangan berhenti sebelum kau sampai

jangan berhenti sebelum kau didahului senja

kemudian,pantikan tinggi mu sejajardengan pohom nyiur

hingga kau bisa melihat semburat jingga senja

di depan belok kanan.

« Previous PageNext Page »