menyambung tali

seorang kawan bilang,

ukhuwah itu adalah saling mengingatkan dan saling mendoakan

sekarang ada beberapa simpul tali itu yang sudah agak berkarat dan hampir putus.

entah,kapan gw juga tidak tahu.

menyambung tali yang seperti itu susah-susah gampang sebenernya.

entah mana ego yang harus di bungkam.

entah mana rasa yang harus di dustai.

ataukah mungkin akan selamanya begini?

menjadi sebuah lakon untuk selalu menjadi seseorang yang bukan diri gw?

entahLah.

tidak seperti besi yang kan disambungkan dapat mengunalan Las karbit,tali haris ditariksedikit kemudian diikat simpul yang kuat.

L

L

gw adalah orang yang terbiasa biasa dengan huruf itu “L

katanya karena lidah ini kependekan

hah haha,dulu sebagai bahan cemoohan kawan-kawan ketika kecil

di jadikan sebuah eksperimen bagaimana jika mengatakan kata-kata yang banyak huruf “R“nya

tapi gw rasa gada masalah toh gw ak parah-parah amat

lagian,segaian orang anggap itu seksi (wahah hahahah!)

bagi gw anugerah…

…gak salamana ‘kan kita harus memaki Tuhan karena apa yang sudah di berikanNya…

ketika kecoak…

hah hahahaha….

kecoak ini memang buat gw kadang suka gondok bin dongkol.

awal-awal,sial dah!!

bebener sial!

gada yang menarik selain suara cempreng dan gaya yang aneh.

sangat aneh di antara kalangan kecoak-kecoak lainnya.

entah apa yang lebih dari kecoak ini ketika kecoak lainnya hanya bersembunyi di lubang-lubang tanah.

ah…

entah kenapa juga gw harus memikirkan dan menulis si kecoak di sini.

pokoknya,ketika kecoak pergi. jadi sepi.

putih

jika kita berkawan,

jangan lihat warna kulitnya,

karena kulit tubuh siapa yang ingin seperti itu

ketika kita akan lahir?

pernahkah kita meminta warna kulit ketika sang JUARA sperma bapak berkejar-kejaran dan akan membuahi OVUM ibu?

pernahkah kita memesan warna sebelum kulit ari ini terbentuk seperti kita akan memesan rasa eskrim di dunia fantasi?

ituLah,hebatnya hidup!

bagaimana jika dulu kau adalah hasil pembuahan ovum dari sperma seorangkulit hitam?

hitam/putih sama saja.

makin banyak berwarna semakin menarik. seperti sebuah kebun bunga di taman nasional.

“yang penting adalah hatinya

gelang

enak kalo jadi orang yang beda dengan kebiasaan orang lain di sekitar.

mereka terlalalu monoton dan homogen.

terpengaruh dengan rute-rute yang di buat orang lain. bukan dirinya sendiri. belum merdeka. walau rasa merdeka itu adalah masing-masing. asing bagi yang lain.

kalo kita beda dengan homogen,akan tampak bersinar. karena mata akan tertuju kesana seperti warna jingga di antara hitam sebelum malam tiba.

seperti sebuah gelang MERAH-PUTIH di lengan kiri,memaksa mata tertuju ke sana sebuah paduan warna TANAH-AIR di antara warna kulit yang menghitam.

senyum matahari

pagi ini matahari tersenyum padaku…

di antara deburan ombak selatan di antara hujan gerimis di pelelangan ikan.

tersenyum lebar dengan hati.

memperbaiki hati ini yang sedang rusak.

aku hanya ingin tersenyum.

selalu tersenyum, kepadamu yang tersenyum padaku

seperti senyum matahari di pagi hari

sepertinnya tidak?

lalalala…

susah juga ya?

ketika menerima sebuah penolakan/ketidaksetujuan

dari sebuah hasil pemompaan diri yang tinggi

dari sebuah harga yang dirasa sudah sesuai dengan pengorbanan

kata orang bijak,

kita harus menerima dengan lapang dada.

hah haha…

“sepertinya tidak” dengan katakata lembut sekalipun seperti nemnohok urat jantung paling kuat sekalipun pula.

“ya,jangan lupa di pakai kaos merah itu y…”

di depan belok kanan,

ketika sudah sampai pojokan di depan

jangan lupa untuk belok kanan,

jangan ke kiri!

bukan. bukan,kawan…

tidak ada maksud memasukan paham yang sedang tidak kau pahami

hanya sekedar menunjukan arah nya saja

setelah belok kanan,lihatLah

lihat tanda mawar di bawah kaki gunung sebelah utara mu

lihatLah dengan mata hati mu

sebuah bunga mawar merah. di kaki gunung

setelah itu jalan mengikuti tanda mawar itu sampai di batas rimba

jangan berhenti sebelum kau sampai

jangan berhenti sebelum kau didahului senja

kemudian,pantikan tinggi mu sejajardengan pohom nyiur

hingga kau bisa melihat semburat jingga senja

di depan belok kanan.

surat ke entah untuk mu

Desember, hujan gerimis.

hai…

gmn kabar?

sudah lama juga tidak berkirinm surat. ohya,maaf kali ini aku tidak terlalu formal y? aku lupa waktu. lupa hari apa dan tanggal berapa hanya senja hari saat ini yang ku tahu.

hm,kabarku saat ini baik.

yeaaah.. lebih baik lah dari beberapa minggu insomia ku.

tenang ya..

aku hanya sekedar menikmati malam ketika itu,ya memang agak sulit untuk memejamkan mata. aku sedang menikmati menonton film.

kamu gmn? apa hoby sekarang? masih suka merajut benang wol menjadi sapu tangan? atau sudahkah jadi kaos kaki yang dulu kamu buat ketika aku pamit meninggalkan mu?

cela robek ku bertambah satu.

heh heh,dulu memang sudah tidak ada. sudah kupotong menjadi celana pendek tapi..

entah kenapa aku buat satu lagi. jngan marah ya..

aku sekedar jujur aja pada kamu.

ya.. heh hehe.

tatto di bahu bergambar lingkar matahari senja juga aku buat. ada sedikit cemara lautnya,hitam dan bersemangat. mengan kiri aku juga di tambah rajahan tinta hitam berulisan hujan embun dalam font sembung jadul seperti yang kau suka.

kau suka embun turun ketika pagi hari di desa itu.

kau suka hujan seperti ketika awal perjumpaan.

kau suka tuisan sambung jadul katamu seperti tulisan ibumu ketika berkirim surat.

tidak jauh dari jalur nadi tangan kiri ku, tulisan hujan embun itu tidak jauh dari pergelangan telapak tangan hanya 2 sentimeter saja.

sudah dulu ya…

kalo ku ceritakan mungkin kamu tambah cemberut dengan bibir maju tak jelas.

nanti ku kasih kabar lagi.

-Rindu-

kemarin di selatan…

entah apa maksud dengan memanfaatkan di manfaatkan?

seperti seekor srigala berjumah merah saja dengan liur-liur menete-tets tak terbendung oleh selera memangsa yang tinggi.

begitu juga kemarin di selatan.

gw hanya membantu. sekedar membantu,tidak lebih.

karena seorang kawan tidak terbiasa menjelaskan akhirnya gw bantu. ya hanya itu.

karena ini blog gw yang kelola,biarkan saja tidak bijak disini. toh di manapun WARUNG KOPI KETIKA MALAM TIBA orang bebas bicara apapun dangan sudut pandang manapun. tul?

ya,memang gw adalah salah satu ciptaan Tuhan yang menyukai sebuah adventure. senang melihat sudut kota yang baru. bukan berati gw juga memanfaatkan kalian.

gada,nombak ya nombok.

ah..

malas sudah!!

yang penting,karena setelah di lihat tidak mungkin untuk dilanjutkan sebagai lokasi.

hah haha lo akan menyesal tidak melihat karang duwur.

karena kemarin di selatan gw dapet sebuah pengalaman yang mantap.

...jalan yang berliku-liku. naik turun. berbatu. suara debur ombak yang menghantam tebing cadas yang tinggi. liuk2 jalan yang yang ekstrim. sebuah TPI di bawah tebing curam dan komunitas nelayann selatan yang ngapak-ngapak…

« Previous PageNext Page »