Desember, hujan gerimis.
hai…
gmn kabar?
sudah lama juga tidak berkirinm surat. ohya,maaf kali ini aku tidak terlalu formal y? aku lupa waktu. lupa hari apa dan tanggal berapa hanya senja hari saat ini yang ku tahu.
hm,kabarku saat ini baik.
yeaaah.. lebih baik lah dari beberapa minggu insomia ku.
tenang ya..
aku hanya sekedar menikmati malam ketika itu,ya memang agak sulit untuk memejamkan mata. aku sedang menikmati menonton film.
kamu gmn? apa hoby sekarang? masih suka merajut benang wol menjadi sapu tangan? atau sudahkah jadi kaos kaki yang dulu kamu buat ketika aku pamit meninggalkan mu?
cela robek ku bertambah satu.
heh heh,dulu memang sudah tidak ada. sudah kupotong menjadi celana pendek tapi..
entah kenapa aku buat satu lagi. jngan marah ya..
aku sekedar jujur aja pada kamu.
ya.. heh hehe.
tatto di bahu bergambar lingkar matahari senja juga aku buat. ada sedikit cemara lautnya,hitam dan bersemangat. mengan kiri aku juga di tambah rajahan tinta hitam berulisan hujan embun dalam font sembung jadul seperti yang kau suka.
kau suka embun turun ketika pagi hari di desa itu.
kau suka hujan seperti ketika awal perjumpaan.
kau suka tuisan sambung jadul katamu seperti tulisan ibumu ketika berkirim surat.
tidak jauh dari jalur nadi tangan kiri ku, tulisan hujan embun itu tidak jauh dari pergelangan telapak tangan hanya 2 sentimeter saja.
sudah dulu ya…
kalo ku ceritakan mungkin kamu tambah cemberut dengan bibir maju tak jelas.
nanti ku kasih kabar lagi.
-Rindu-