semarang. gilo-gilo!!

kalo dari simpang lima,cari jalan ahmad yani…

pastikan waktu menunjukan lebih dari 19.00

lalu,sebelum perempatan Bangkong,yang ada pos polisnya di sebelah kiri itu yang seneng nilang itu…

ada sebuah jalan ke kanan. ah..

lupa gw namanya.

ada abang2 yang jual buah2an potong.semangka,jambu,pisang,melon,dan beberapa gorengan.

orang semarang bilangnya dengan GILO-GILO.

enak tempatnya. tidak ada juru parkir. luas lumanyan.

harga satu potong buahnya Rp. 500

lumanyan untuk melancarkan pencernaan.

jangan banyak makan kucingannya!!

merah masak

kalo pagi-pagi membuka jendela kamar.

selain suara kokok ayam gw akan mendengar ribut-ribut suara ibu dan anaknya. hah haha,jadi inget dulu. kalo mau mandi,makan dan berangkat sekolah gw pasti akan kena omel nyokap…

malam di kosan gw sangat dingin,jadi jendela harus ditutup.

pemandangan lain yang gw lihat selain warna biru langit adalah Rambutan yang bergerombol hijau-hijau.

ada juga yang merah masak.

ahh…

bikin dosa aja nanti heh hehehehehe.

desember.

malam dingin banget diluar sini.

sudah 2 hari hujan,tadi pagi pun begitu. hujan lebat.

tenda sudah terpasang sejak langit masih biru.

sejak jingga senja muncul di atas kepala hingga bintang bertabur gw masih saja di atas batu ini,terduduk. bersama segelas kopi yang sudah dingin sebelum aku meminumnya pertama kali.

jaket tebal masih membalut tubuh ini. kacamata gw sudah lama berembun,entah sejak kapan.

yang masuk tembus bayangan ke pupil ini hanya warna rembualan yang bias…

sampai kapan aku akan disini?

sampai desember kembali lagi ke tanggal 30

kesempatan ke-2

gw di berikan kesempatan kedua untuk membuktikan

sebuah harapan untuk memperbaiki keadaan menjadi normal kembali. seperti sediakala.

ya,mengalah. mangalah menjadi tameng gw untuk menjelaskan pada kalian. membuat sebuah opini bahwa gw tidak salah menurut sudut pikir gw saat ini. seperti ingin buru-buru dan cepat selesai saja. tapi memang seprti itu adanya.

yang membuat beban adalah mencari apa sebenarnya salah gw dan dimana lalu mencoba memperbaikinya sesuai versinya. dia yang memberi gw kesempatan ke-2.

gw mengikuti alurnya. dia yang memberi gw kesempatan ke-2.

tapi,sepertinya dia yang memberi gw kesempatan k-2 juga ragu.

gw pun ragu,bisa gak ya memperbaiki apa yang menurut dia yang memberi gw kesempatan k-2 dengan baik dan benar.