November 21, 2008
dalam sebuah keyakinan
salam sebuah keyakinan akan banyak sekali berbenturan dengan keyakinan sesama manusia yang bahkan sudah lama berkenalan dan saling bersahabat.
manusia memang punya kepentingan hidupnya masing-masing.
ketika,sudah berbenturan keyakinan dan kepentingan yang akan di bingungkan kan adalah perasaan. mempertahankan keyakinan adalah berani untuk membunuh perasaan.
ketika percobaan pembunuhan terhadap perasaan itu sedang di rencanakan saja akan benyak pengorbanan-pengorbanannya.
manusia tebentuk oleh ketakutan yang tidak di pelajari dan ketakutan yang di pelajari.
ketakutan yang tidak di pelajari seperti; phobia air,phobia tinggi dan bla..bla..
ketakutan yang dipelajari adalah seperti cara guru SD memberitahu kalo kita salah : di JITAK PAKE CINCIN GATEL SEGEDE BATU KALI,,akhirnya kita takut kalo salah. mau gak mau cara paling mulianya adalah berbohong.
bisa juga,pola pendidikian keluarga atau masa lalu ketika bersosialisasi dengan kerumunan ketika kecil di desa dulu. LINGKUNGAN yang memberi pelajaran kepada kita untuk takut atau berani.
dan,pola budaya itu semua akan berbeda satu sama lainnya.
banyak hal yang bisa kita perdebatan.
bahwa,si goblok itu sebenernya gak goblok tetapi tenyata iya sangat mencintai mu sehingga dia berpura-pura untuk goblok.
siapa yang tahu bahwa si pintar itu adalah berpu-pura pintar agar mereka semua percaya dan memberi penghargaan kepada dirinya adar dia punya status sosial yang mapan di lingkungan.
siapa bilang yang pendiam itu adalah pemerkosa?
pendiam itu adalah pembunuh?
tidak.
bisa jadi,diam kerena memang malas denganĀ rutinitas yang maha bahlul ini karena meraka punya pola-pola tyang tepola dengan sangat resisten dan sanga kebal sekali untuk di berikan imun agar kepekaanya kembali normal.
sekarang! apa standarisasi NORMAL?
RELATIF.
garin bilang,ini abad ketidakterdugaan.
Filed by kopidanmalam at 9:12 pm under Uncategorized