jenuh

JENUH kata keparat yang sangat sya binggung untuk mengartikannya baik secara harfiah ataupun secara etimologi.

akan kah,manusia itu jenuh selamanya?

berkepanjangan?

akankah kerena jenuh manusia itu menolak keberadaanNya?

marah tak berkesudahan.

memang kata yang sangat keparat JENUH itu. baik katanya maupun apa yang di akibatkan pada JENUH tersebut.

apakan saya jenuh berkepanjaan. berdansa dalam keterpurukan dan senyum yang ambigu dan manupulatif?

neng JENUH,kanapa kamu tidak juga menjauh,sayang…

sudah cukup kita bercinta. berakhir disini saja.

PENJAGA

apa arti penjaga bagi kalian?

apakah kita bisa menjadi penjaga yang baik?

kapan kita bisa menjaga?

bagaimana kita menjaga?

dimana kita bisa memulai menjaga?

lingkungan dan alam ini milik siapa dan siapa yang bertanggungjawab?

dalam sebuah keyakinan

salam sebuah keyakinan akan banyak sekali berbenturan dengan keyakinan sesama manusia yang bahkan sudah lama berkenalan dan saling bersahabat.

manusia memang punya kepentingan hidupnya masing-masing.

ketika,sudah berbenturan keyakinan dan kepentingan yang akan di bingungkan kan adalah perasaan. mempertahankan keyakinan adalah berani untuk membunuh perasaan.

ketika percobaan pembunuhan terhadap perasaan itu sedang di rencanakan saja akan benyak pengorbanan-pengorbanannya.

manusia tebentuk oleh ketakutan yang tidak di pelajari dan ketakutan yang di pelajari.

ketakutan yang tidak di pelajari seperti; phobia air,phobia tinggi dan bla..bla..

ketakutan yang dipelajari adalah seperti cara guru SD memberitahu kalo kita salah : di JITAK PAKE CINCIN GATEL SEGEDE BATU KALI,,akhirnya kita takut kalo salah. mau gak mau cara paling mulianya adalah berbohong.

bisa juga,pola pendidikian keluarga atau masa lalu ketika bersosialisasi dengan kerumunan ketika kecil di desa dulu. LINGKUNGAN yang memberi pelajaran kepada kita untuk takut atau berani.

dan,pola budaya itu semua akan berbeda satu sama lainnya.

banyak hal yang bisa kita perdebatan.

bahwa,si goblok itu sebenernya gak goblok tetapi tenyata iya sangat mencintai mu sehingga dia berpura-pura untuk goblok.

siapa yang tahu bahwa si pintar itu adalah berpu-pura pintar agar mereka semua percaya dan memberi penghargaan kepada dirinya adar dia punya status sosial yang mapan di lingkungan.

siapa bilang yang pendiam itu adalah pemerkosa?

pendiam itu adalah pembunuh?

tidak.

bisa jadi,diam kerena memang malas denganĀ  rutinitas yang maha bahlul ini karena meraka punya pola-pola tyang tepola dengan sangat resisten dan sanga kebal sekali untuk di berikan imun agar kepekaanya kembali normal.

sekarang! apa standarisasi NORMAL?

RELATIF.

garin bilang,ini abad ketidakterdugaan.

menari-nari,malaikat juga tahu

ketika semua orang menari-nari dengan kebanggaannya. gw merenung di dalam sebuah gubuk kecil di punggung gunung entah berantah. dengan sebatang kayu kecil,mencoret-moretkan epidermis tanah lembab yang sangat subur.

mengambarkan sebuah lingkaran tidak sempurna dengan sayap burung merpati di kedua sisi-kanan dan kiri.

ketika itu pula,kawan-kawan sedang memasak mie,bubur setan (setan dalam arti sesungguhnya,kawan. mengeyangkan tapi,tidak pecah di lidah) juga coklat hangat.

ketika itu,kabut putih turun pelan-pelan. sangat pelan.

suhu sekitar perlahan pun ikut turun.

jika lo adalah lelaki pemelihara bulu-bulu halus di wajah atau lo adalah wanita dengan kelebihan sedikit bulu halus di atas bibir,lo akan merasakan embun-embun menempel di bulu tersebut.

sebatang rokok kretek pun tek terasa.

gw bukan perokok. tapi ketika itu tergoda membuka bungkus rokok putih yang di berikan seorang gadis.

“jangan banyak ngerokoknya ya?” katanya sebelum menyerahkan bungkus tersebut

“janji” jawab gw.

ya. ketika itu. beberapa pendaki menari-nari di antara perapian ketika hari dudah mulai gelap. semakin menggigit saja suhu sekitar. jaket tebal berbahan bulu angsa no wahid sudah ku pakai. tak lupa syal melingkar di leher gw.

gw cukup menikmati kopi yang sudah menjadi dingin di tangan kanan dan sebatang rokok putih di tangan kiri.

tarian semakin laurut semakin riang-gembira. namun,gw sudah terlelap di dalam tenda..

sayup-sayup masih sadar,terdengar lagu dewi lestari dari MP3,,

… Meski seringkali kau malah asyik sendiri/Karena kau tak lihat terkadang malaikat/Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan/Namun kasih ini silakan kau adu/Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya …

ketika sebuah kerajaan

gw hanya sekedar seekor burung kecil yang lemah…

hanya bisa menjadi lakon kecil dalam kerajaan megah itu. terbang di antara dahan-hahan kecil,menancapkan kuku-kuku dari kaki gw yang kecil. bergoyang senggol karena jika terhempas angin agak besar. bersiul asoy menikmati senja tiba. dan,menukik tajam ketika melihat seekor cacing yang dengan nyolotnya keluar tanah mengejek-ejek gw.

ketika datang,datang seekor elang besar yang lapar. segera gw ganti tempat tongkrongan. gw,seekor burung kecil yang sombong. soliter. bekerja sendiri dengan segala kemampuan yang terbatas. tapi,bebas.

sesekali,menumpang cuci mata dari menara kerajaan yang tinggi menantang langit. sesekali,menumpang tidur di dahan pohon jambu monyet di dalam kerajaan. lumayan,bisa untuk bertahan hidup memenuhi hasrat ‘tuan perut’ yang selalu menjajah kehidupan gw dengan merongrong segera diisi.

burung kecil. omnivora.

dalam sebuah ilmu ekologi.

segala sesuatu di dalam bumi ini sudah seimbang,kawan.

ada produsen yang mampu membuat makanannya sendiri untuk dirinya sendiri.

ada konsumen tingkat satu yang memakan tumbuhan/produsen,biasa disebut Herbivora.

ada konsumen tingkat dua yang memakan konsumen tingkat satu,bisa juga disebut Karnovora.

lalu,ada dekomposer. pengurai.

RANTAI MAKANAN.

semua punya Andil.

lau,dengan sebatang rokok khusus burung kecil omnivora,gw menikmati senjakala di kerajaan itu.

surat kabar sore memberitakan Raja Gatel sedang membuat dekrit yang tak jauh Gatel dengan perilakunya.

“semua mahluk hidup pendatang baru di kerajaan tersebut harus di OSPEK. itu berati semua mahluk hidup yang akan membuat Kartu Tanda Penduduk dengan Domisili kerajaan gatel di setiap kelurahan-kelurahan haru ikut wajib OSPEK selama waktu yang di tentukan sesuka hati Raja Gatel”

beuh!!

segelas kopi hangat segara tersa dingin di tenggorokan.

apa maksud,paduka gatel kakeane yang agung raja diraja ini?

gw sekedar burung kecil pengembara. yang kebetulan mampir di kerajaan gatel ini, kerena pemandangan senja pada bulan ini lebih indah di lihat dari koordinant geografi di kerajaan ini. apalagi dengan bangunan yang menjulang tinggi menantang langit menambah asoy melihat senja yang perlahan turun perlahan berganti hari perlahan menjadi hitam sunyi…

gw bukan merasa anggota keluarga dari kerajaan gatel.

gw adalah poengebara. melanglang buana.

lagian,raja gatel-mentitahkan semua mahluk hidup?

emang dapet apa gw dari kerajaan gatel ini? selain sebuah sistem kerajaan yang gatel?

sudahLah.

cangkir kecil kopi hangat ini adalah cangkir terakhir gw menikmati senja disini.