setahun yang lalu…

setahun yang lalu…
ketika kepompong itu memberontak dan memaksa diri untuk keluar dari serabut2..
hanya untuk sebuah sebuah kondisi yang baik. sebuah perubahan.

ketika itu,setahun yang lalu..
melihat gelapnya malam semarang.
karena sebuah rasa penasaran.
ingin tau,apa itu!

ketika,sebuah tasbih,tahmid dan takbir berkumandang di hari kedua (ya.. seperti malam ini)
ketika,semua muslim dan muslimah berduyun-duyun menuju RumahNya untuk melaksanakan apa yang pernah dilaksanakan Baginda Muhammad di Zamannya..
ketika,surau masih ramai.
ketika,bakahueni masih agak sepi
ketika,st. pasar senen belom bergejolak
ya,ketika seperti malam ini…

menunggang kuda besi.
berlari menantang angin malam.
menahan grogi dengan sebatang rokok,
melihat si MAS membagikan pengaman.
melihat si MAS memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi.
melihat si MAS bersendagurau dengan mbak-mbak jalanan.

ya,si MAS sangat senang aku menemani beliau. menemani beliau bekerja untuk sebuah aktifitas sosial. entah,senang karena apa. entah,karena senang menemani beliau yang tidak taraweh jamaah di masjid. entah,karena senang menemani beliau bekerja. atau,senang karena beliau dapat mengajarkan sebuah kuliah di kampus kehidupan yang tidak pernah aku dapat ketika pantat ku menduduki kursi kampus perguruan tinggi negeri itu.

sebuah roman fiksi yang menceritakan bahwa,mereka adalah bunga-bunga malam yang berkeliaran di samping jalan kota semarang. menjajakan diri dengan sebatang lipstik,sebotol minyak wangi dan tas kecil untuk membersihkan diri (mungkin tidak sempat dipakai,karena persaingan di jalanan sangan tinggi). menjajakan diri dengan sebatang harap bahwa pelanggan mau memakai pengaman. bermain bersih. tidak kasar dan bayar sesuai dengan kesepakatan.

jalanan seperti jalanan-jalanan di jalan-jalan kota. bersaing. motor saling bersaing untuk tidak terkena panas lebih lama,karena panas bisa membuat emosi menari-nari. mobil,dengan luas yang lebih lebar tidak rela disalip oleh sebuah mesin ber-CC hanya 110 sedang dia ber-CC 1800.

begitu juga jalanan ketika malam. pelanggan adalah raja! tidak mau menurut kemauan pelanggan,mending cari yang lain. masih banyak bunga-bunga malam di jalanan ini,begitu kira2 dalam otak kumbang malam jalanan.

bahwa,selera makan yang dijajakan dijalan ketika sore di dimpang lima selalu beragam. soto,sate,sup,tongseng,sego kucing dan tahu gimbal.

begitu juga,bahwa kurus,gendut,tua,muda,bisi,tuli adalah selera orang.
pantat kempes,dada besar,gigi gingsul adalah selera orang.
sebuah teori relatifitas yang berkuasa disini. tidak ada yang mutlak.

bukan kali pertama. tapi,itu kali pertama aku didalam suasana seperti itu di bulan yang istimewa.

yaya…
setelah itu,pada hari itu. kami makan. si MAS yang sangat suka bercerita. aku yang tertarik dengan cerita si MAS menjadi terpanjing untuk bertanya.
sudah 3 gelas es kopi dan 1/2 bungkus rokok menemami malam itu bercerita tetang tadi yang ku alami.

sebuah,tugas besar ya MAS?

aku tidak begitu paham. mungkin hanya berdoa.
sudah tidak ada jijik atau pandangan buruk. kita harus berbuat,bukan sekedar berwacana.

setahun yang lalu,itu yang ku ingat….

No comments yet. Be the first.

Leave a Reply