August 3, 2008
belajar
semoga kata ‘belajar’ ini bukan dalih gw untuk meminta perlindungan atas apa yang telah berlalu…
yap,gw belajar.
belajar menata niat.
belajar berbuat.
belajar berbicara.
belajar menabung.
maaf. mungkin kadang kata yang sulit untuk terungkap ketika berhadap muka.
pengecut?
menurut gw,iya…
kalo boleh untuk pembelaan,bolehlah gw menengadah sebentar untuk melihat warna senja yang masih jingga kerena selama ini hanya tertunduk. malu.
menengadah untuk melihat warna senyum kalian semua. melihat warna camar yang masih hijaukah. melihat warna biru laut dan langit yang menutupi puncak merbabu. sekedar melihat warna selain cokelat tanah.
saat ini begitu banyak sekeliling gw yang takjub akan segala yang terjadi saat ini. yang terbaru adalah kabar dinas perikanan dan kelautan kota semarang akan di hapus. aku tak perduli,saat ini.
ketika berorganisasi harus dinikmati dan setiap organisasi punya target dan waktu,gw baru belajar meneta niat,hati dan kamar.
gw masih belajar,ketika semua tuntutan harus di kerjar dengan baik. karena semua ingin menjadi yang terbaik dengan manajemen yang baik.
yah…
ituLah.
ternyata saya sedang belajar mengatur waktu.
waktu untuk saya pribadi (kok?! jadi ’saya’ ? bukanya "gw" sebelumnya.. hah ha!)
waktu untu orang dekat.
waktu untuk mereka. dia. kamu. dan kalian.
membersihkan niat. membersihkan hati. dan membersihkan kamar.
saya bener-benar baru belajar.
learning by doing. mungkin kata yang tepat.
yah,besok adalah awalnya. sebuah ekspedisi. lalu,penyuluhan. lalu,seminar. lalu,penenaman. lalu,pensi. lalu,lalu…
hahhah,bertemu dosen. melobi dosen,berperang tetangga. melobi-lobi. merangkul,mengingatkan,mengandeng,TERSENYUM.
ketika akan belajar tersenyum,kabar sedih datang dari dunia maya. dia,si cantik, bersedih di salah satu sudut kota indonesia. ketika ia ingin bertemu karena tak kuasa menahan rindu dan menumpahkan semua sedihnya..
yang bisa kulakukan?
tak ada selain mendengarkan ia bicara mencurahkan semuanya.
lalu? memotong pendek.
ketika rasa iri timbul yang kulakukan diam. lalu,terlihat kaku dan menakutkan.
Tuhan,aku memang mahluk yang lemah.
tidak ada yang maha besar dan penyayang,selain Dia.
tapi,hati ini terlalu sering terbolak-balik.
tarlalu sering.
sehingga membuat kepala ini tertunduk terlalu sering dan mencongkak dengan tak sadar di hadapan Maha Kuasa ketiaka aku telanjang. tanpa malu.
di nikmati. itu yang sedang saya pelajari.
Filed by kopidanmalam at 11:55 pm under Uncategorized
5 Comments