June 26, 2008
sabar,dik..
hfuufff…
sabar,dik.
sabar atas yang semua kita yakini bersama.
memang jalan ini yang ku pilih untuk ku tempuh. untuk sebuah keyakinan. keyakinan ku. kita memang ada dalam sebuah ruang yang berbeda,tanpa sebuah sekat namun berjarak jauh. jarak bukan halangan bagi kita –mungkin,keegoisanku,jarak bukan masalah ku– untuk tidak saling memuja dan memberi sebuah kasih satu sama lainnya (antara kita berdua).
dik,ini semua proses. aku dulu juga pernah mengalaminya. berat memang. berat.
sekali lagi ini proses,untuk kita berdua.
aku disini bukan karena tanpa sebab.
dik,jangan menagis lagi. hati ku tak kuat untuk menahanya.
walau semua kata yang keluar dari mulut ku –yang tersambung kepada mu dengan jaringan nirkabel antar satelit– adalah kalimat tegar tapi mata ku tak tahan menahan air mata. aku menangis. aku tak kuat.
kau anak yang baik,dik.
anak yang solehah.
anak yang selalu membuat ku bangga.
yah.. memang aku bukan seorang abang laki2 yang baik.
bukan seorang lelaki yang jantan untuk bisa menyelesaikan masalah dengan bagus.
aku hanya seorang pembelajar. bodoh.
aku berusaha untuk menjadi terbaik bagi mu.
hanya untuk mu.
untuk mu.
dik,jalan mu masih panjang.
perjuangan mu sudah panjang pula.
jangan menyerah.
apapun itu pilihan mu,aku terima.
jarak ini memang kadang menjadi penghalang kita untuk bisa saling memeluk.
untuk bisa mencium kening mu.
untuk bisa membelai rambut mu.
atau sekedar menggenggam jemari mu yang indah…
apapun itu pilihan mu aku terima. aku mendukung.
maaf,dik..
aku saat ini belum bisa menjaga mu dari dekat.
membunuh semua hal yang membuat mu takut.
abang janji..
secepatnya abang pulang,hanya sekedar melihat matamu yang cerah
secapatnya abang pulang,untuk selalu ada di dekat mu.
untuk bisa memeluk mu dengan sejuta kasih…
untuk bisa mencium kening mu…
untuk bisa membuat mu merasa aman…
sabar ya,dik…
ini proses kita.
-abang-
Filed by kopidanmalam at 8:42 am under Uncategorized