whah ha haha…

saya hanya ingin tertawa, karena tertawa membuat hati bahagia entah bagaimana tertawa itu di eksperesikan. kira2 haugar d. sauro berkata seperti itu tadi.

semua tak terduga.
gak terbayang,walau konsep dan planning udag dirasa matang.

belum dari diri yang memancar,entah itu unggu biru hitam atau keemasan. memancar ke segala arah. entah apa yang di tangkap oleh penangkap warna itu. identitas majemuk (heh he.. sat ini gw seneng baget denger kata2 tsb!).

utara ada selatan.
ada barat ada timur.

ada kawan juga ada lawan.

ada cinta juga kadang ada benci.

yah,tekanan yang menekan menuntut semuanya.
ini itu tanggungjawab.

benar/salah kadang tidak ada.
yang ada OPTIMUM/TIDAK OPTIMUN.

dan,yang saya butuhkan kawan (atau mungkin lebih heh he…) untuk saling mengingatkan bahwa hal yang paling indah adalah sebuah bukti konkrit dari semua ide2 cemaerlang itu. ACT!

majemuk

sekarang sedang merasakan sebuah fase majemuk.
majemuk segalanya.
antara emosi dan ketabahan yang bercampur aduk.
antara arogansi dan sebuah diplomasi.

yang ku dapat adalah sebuah kata,nikmati!

selamanya

derai haru-biru dalam gelombang yang mengelombang
kabut putih yang memutih dalam sajak sebuah syair
memapah diri dan jiwa
akan arti makna selamanya

perjalanan

ternyata sebuah perjalanan itu sarat makna.

bodohnya saya baru sadar, lebih tepatnya sadar sambel kalo disadarin baru sadar padahal dulu pernah disadarkan jua.

dalam setiap stasiun pemberhentian, selalu saja ada orang yang terkadang mengingatkan pada orang yang dulu kita kenal di stasiun sebelumnya. entah senyumnya yang sama. cara memakinya yang sama. gaya jabat tangannya yang sama atau sekedar ginsul tersembunyi di balik bibir yang indah.

dan.

setiap perjalanan selalu ada kawan baru juga rindu yang baru.
pastinya ada juga rasa sedih yang baru.
juga Asa yang baru.

tapi,dari semua itu gw mencoba dan belajar untuk tidak ada sebuah sesal.

sumbag

jujur paling males gw dengan istilah licik. cerdik. asosiasi maknanya negatif.
tapi,kadang hal itu yang dituntut dalam beberapa situasi dan kondisi. ada gak ya,kata yang lebih manusiawi,damai dan bersahabat untuk menganti kata licik dan cerdik. mungkin cerdik bisa di ganti dengan cerdas,tapi (menurut gw) arti dari cerdas tidak mewakili cerdik.

ah.. sudahlah

yah.. memang masalah itu harus dihadapi,dan kita harus cerdas dalam mangambil sikap. seorang kawan bercerita dalam blognya bahwa

"Kalau hidup ini mudah, maka sebenarnya itu bukanlah kehidupan, karena
hidup selalu ada masalah, tapi yang jadi persoalan adalah bukan
masalahnya tapi bagaimana sikap menghadapi permasalahan tersebut!"

nah mengahadapi masalah tersebut kadang di butuhkan strategi yang kadang ‘licik’ dan ‘cerdik’ (gw sengaja memakai tanda petik).

contohnya dalam mempertahankan sebuah kastil. harus ada strategi kuat dari seorang ksatria baju besi agar bagaimana raksasa naga jahat yang menduduki bisa mati di ujung pedangnya dan dapat menolong tuan putri yang di sandera.

yah.. itu dia hidup ini tidak melulu indah,karena roda hidup selalu berputar (seperti kata bang iwan dalam lirik lagu "belum ada judul")

kawan gw yang bercerita dalam blognya bilang seperti ini di awal kalimatnya,

"Kalau hidup ini mudah, tidak akan ada perjuangan, kesungguhan, dan pengorbanan"

hah ha ini masukan juga buat gw. lo berterimaksih sama miphz gw berterimakasih ma lo… THX

tanpa

tanpa berniat menyinggung siapa pun bahkan diri sendiri.
saya hanya ingin melampiaskan segalanya dalam kata2 ini saja.
kalo pun ada pihak yang tersinggung sebelumnya saya mohon maaf.

kata yang paling goblok-goblokan adalah kata yang kasar dan penuh kekotoran  baik arti harfiahnyanya maupun secara  tersembunyi.

kata yang  paling tolol setolol2nya adalah kata yang keluar dari mulut tanpa ada hal yang terpikirkan oleh hatri dan otak.

dan kata yang paling bajingan adalah kata yang terlontar tanpa melihat apa yang akan terjadi reaksi terhadap orang yang menerimanya.

jadi,kalo kalian bajiangan tolol dan goblok segera lah bertaubat akan ke kerdilan hati ini,termasuk saya.

tidak ada maksuk melontarkan segala maksud tersebut kepada mu yang ternyata mencinta itu.

tidak ada senyum manis yang dirasa terhadap apa yang terjadi kemarin,kemarin lusa.

hanya sekedar luapan emosi karena belom bisa menikmati malam dengan mata terlelap.

hanya karena reaksi kafein dan nikotin yang memacu ucapan dan pola pikir untuk menemani sang rembulan dan semangat untuk menjadi yang terbaik– lagi2 status gender menjadi tameng.

tidak ada maksud buruk apalagi membuat hati mu terluka karena tingginya nada suara karena saya memang merasa tidak ramah tapi usaha untuk sopan ada.

tidak ada maksud membenci karena ternyata hati dalam lubuk berkata lain,saya mulai menyukaimu bukan lagi mengagumi bahkan memproses menjadi mencinta.

tidak ada maksud mengekang walau yang ada rasa khawatir akan semua keindahan mu tercoreng karena sebuah salah langkah yang tak terpikir

tidak ada maksud membentak yang ada dalam sanibari adalah sebuah ketegasan agar kau tetap aman.

sayang ternyata semua itu hanya berbuah racun yang endemik dalam hatimu.
ada sebuah penolakan dalam antibody tubuh yang seperti segera yakin dan tau ada sebuah bakteri atau virus yang harus segera dilawan oleh sel darah putihmu.

sepertinya saya menduga tidak ada usaha yang meyakini saya bahwa semua yang kau lakukan aklan berbuah madu yang akan menjalani proses pengenalan atau lebih tepatnya saling mengenal.

oleh karena itu.
lupakan semua. saya juga sepertinya. karena korban disini secara sepihak saya mengkalim adalah saya.

mari kira hidupkan lilin kita masing2 dan menerjang dengan kompas sendiri-sendiri dengan arah mata angin yang sudah ditentukan sebelumnya-yang sudah pasti berbeda antara kita berdua. jangan ada dendam,jikja ingin marah,marahlah sejadi-jadinya. setelah itu mari kita menjadi 2 insan yang bersilaturahim seperti sedia kala dulu sebelum malaikan cinta menabur benih2 cinta yang ternyata tuan proses mempunyai niatan lain akan sebuah hikmah.

selamat jalan dan selamat tinggal. janganlah kita mengutuk gelap ini.
terimakasih. tanpa mu semua akan baik2 saja kemudian,walau agak terseok di awal langkah.

sejujur-jujurnya dan mohon doannya

sejujur-jujurnya saya mau nulis di blog yang lebih besar jangkauannya. tapi,malas gawenya.

sejujur-jujurnya saya tidak tau dari kalangan apa saja yang suka membaca sekresi pikiran dari pengalaman2 saya ini. gak tau dari jenjang derajat pendidikan apa. gak tau dari golongan usia berapa. dan gak tau dari jenis mahluk apa.

sejujur-jujurnya saya mau ngebahas PKL saat ini. jujur sejujur-jujurnya saya amat sangat jarang mengarap itu apa yang namanya laporan,tapi kalo bantu tetep bantu.

kenapa jarang? karena laporan di garap berkelompok.
kenapa jarang? karena ada kawan yang lebih ketar-ketir kalo tiap malamnya di ganggu dengan pikiran2 laporan belom digarap.
kenapa jarang? karena saya ngerasa punya bakat di lapangan,dan sepengetahuan saya saya optimal di lapangan.
kenapa jarang? mungkin ada rasa dan pikiran "masak cah lapangan bikin laporan?!"

nah,buat adek2 jangan ditiru ya!

nah.. imbasnya adalah ketika diharuskan melaksanakan sebuah tugas yang ada SKSnya,sendiri!
tanpa bantuan kawan karena kawan disibukan dan dipusing2pusingkan oleh tugas yang berSKS ini. tugas tersebut saat ini di tempat saya mendalami ilmu di sebut PKL (Praktek Kerja Lapangan)

sejujur-jujurnya,saya ingin sesuatu yang baru dan berbeda. males ajah membebek yang lain,hanya patuh karena digiring. itu yang awal  ada di kepala ketika akan melaksanakan PKL.

tapi,ada beberapa faktor X (X-nya sengaja gede hurufnya) yang membuat saya  sempat ketar-ketir karena kawan2 sudah mempunyai judul dan malah ada yang udah tinggal sampling aja..

faktor X ini semakin menjadi-jadi,awalnya jujur agak menyesal juga,kenapa saya yakin akan faktor X ini.

tapi,Tuhan menjawab doa seorang manusia ini. Kotak-kotak tandatangan gw lancar bleh di ACC oleh para petinggi2 di kampus. ada ganjalan tentang pergantian judul dan pembibing sekaligus,tapi saat itu gw rasa gak masalah.

lanjut penggarapan Proposal!
sial!!

awalnya yang ada adalah makian2 bersih dan putih di hadapan komputer. mau nulis apa ya?
keder juga.

sekali lagi faktor X ini membantu, pelan banget. bikin gemes. tapi pelan pasti!

nah… kok males ya ngelanjutin!

initinya proposal udah saya kerjakan dan sudah ACC. saya juga sudah  Sampling. sekarang lagi garap laporan. sejujur2nya saya hanya mau minta doa,agar semua lancar. yah.. ada misi di balik pengambilan judul PKL saat ini sebernernya.

dan apakah comment salah abang ini bisa terwujud
"mari kita lihat seberapa teguh hati Sang Pencari nan Gelisah ini
terhadap dahan dahan pohon nan angkuh di kampusnya tentang Pklnya hahaha"

comen abang ini ketika mengomentari tulisan di blog ini juga yang ber Judul PKL.

saya mungkin sebagai mahluk Tuhan,"INSYAALLAH"

heh he.. damai!

pendukung

suporter (semoga gw gak salah tulis heh he…)
pendukung=suport

seharusnya pera pendukung adalah meneriakan yel2 yang membangun semangat tim yang di dukungnya bukannya membuat suasanya keruh dan panas dengan meneriakan yel2 kebencian kepada pendukung tim lawan bahkan bukan juga pendukung tim menjelek-jelekan tim lawan kerena akan membuat panas hati tim lawan. kalo udah gitu,pendukung/suporter sudah bergeser makna dari pendukung menjadi pencela tim lawan yang memang sepertinya sudah disiapkan mental dari rumah masing2 suporter untuk mengejek2 tim lawan. hah haha.. gw hanya berpendapat. damai!

lo tau ga?

apa beda PENYU sama KURA2?

yang paling jelas adalah kura2 bisa masukin semua kaki + kepalanya ke dalam tempurung,, sedang penyu tidak bisa. makanya ada pepatah
"kura2 dalam perahu" bukannya "penyu dalam perahu"

heh he.