distorsi pencitraan

semula mereka bilang dia mahluk harus tanpa sebuah pancaran citra ekspresi manusia.
melayang-layang tanpa menyentuh badan bumi.
segera menghilang dan secepat kilat muncul tanpa sebuah tanda.
kadang senyum kadang melamun kadang menyebalkan!

dia adalah mahluk Tuhan,tentunya.
karena Tuhan Maha Mencipta.

seperti dalam sebuah lakon wayang berjudul meninggalnya Dhurna. ketika Bima membunuh dengan gada besarnya seekor gajah–kendaraan seorang raja– yang memiliki nama mirip dengan Dhurna.

lalu masyarakat beramai2 menteriakan berita ini. dari mulut ke mulut. dari desa ke desa. sehingga,sebuah distorsi kata terjadi hingga tidak ada yang bisa bertanggungjawab atas apa yang dilakukan oleh masyarakat luas.

Dhurna,sang guru sakti dari rahwana dan juga guru dari pandawa lima,kaget dan tak percaya. distorsi kata mengartikan bahwa nama anaknyaLah sebagai korban tewas oleh perbuatan Bima. Dhurna lemah seakan tidak percaya dan merasa ini adalah distorsi kata menjadi lain makna.

inilah yang terjadi. sebuah distorsi pencitraan pada diri dia. Tuhan sudah menciptakan sebagaimana yang Tuhan kehendak atas apa yang dia percayai.

ada pelebelan atas cover-cover awal pertemuan yang seakan-akan menjadi paten dan semestinya. ketika buku lusuh tua bau busuk dan kuning di citrakan sebagai buku tidak mutu begitu juga ketika buku dengan sampul indah bak karya picasso di yakini sebagai buku mutu baik dari isinya.

lalu,manusia menyadari kesalahannya. merasa paling bodoh sendiri dan mentololkan apa yang sedang dan telah iya yakini!

lalu apa setelah itu?
merasa dia,orang yang sudah dicitrakan buruk,sebagai sebuah solusi terhebat yang akan mencarikan jalan keluar yang indah bagi masalahnya.

lalu,keresahan timbul pada diri ia. seakan akan terbang kelangit ke tujuh lalu merasa diri Tuhan.

bruk!!!

terjatuh keduanya,sang ia-yang di lecehkan lalu dihamba-hambakan,dan si merasa bodoh karena telah salah menilai.

ahh…
saya hanya berpendapat akan apa yang saya dengar dan alami. ini nya tau tidak saya mencoba untuk tidak peduli tapi saya percaya.

kadang distorsi pencitraan lebih rumit di nikmati di banding dengan distorsi cabikan gitar-gitar elektrik musisi handal.
salam.

No comments yet. Be the first.

Leave a Reply