asbak

sudah dua hari,asbak ku penuh
dikamarku
sudah dua hari,senyu mu penuh
di hati

asbak mengumpulkan semua sisa
tar dan nikotin yang tersisa
asbak mengumpulkan semua Asa
akan semua hadir sebuah senyum
dalam harap hidup. hidup ku

sudah dua hari,nyamuk
dalam kamar ku
resah diri

"tidak ada sirkulasi dalam hati untuk semua asap yang berputar dalam kamar yang tertutup" kata kawan nyamuk mengutuk.

aku seakan mendegar resah mereka
"sama kawan,akupun merasa sepert itu!" kataku dalam hati kapada kawanan nyamuk
hatinya tertutup dan aku berputar-putar saja–seperti sekresi batang rokok yang ku bakar sendiri–dalam bayanganmu

entah sudah penyu oleh apa
hati itu sehingga tertutup
seakan-akan rapat bagi ku

ha.. asbak,apakah aku kan seperti mu
hanya sebagai tempat sisa sekresi hidup?

No comments yet. Be the first.

Leave a Reply