gararambus!

aku berusaha untuk berbicara face to face dengan dirikyu yang entah di sudut dunia sana yang sudah berubah bahkan diriku saja sampat tak sempat untuk mengendalikannya dengan benar. karena sebuah atau seseorang ciptaan Tuhan atau.. hmm.. mungkin beberapa manusia ciptaanNya. sial dan aku memulai dengan sebuah makian :

busuk. kanapa harus selalu yang terpikir adalah melankolisis? apakah karena terpengaruh oleh lagu2 yang tersiar di corong speker warnet ini yang selalu lagu ayat2 cinta-nya rossa di dendangkan?

kenapa gak pokus dengan pe’ka’el?
situasi anak2 yang akan reog?
atau kamar yang mulai berantakan lagi?

banyak hal yang bisa di bicarakan di dunia maya!
bukan hanya dia ia mereka dan kamu!

apa ada sebuah ramuan mujarab dari kota ini yang bisa melupakan sejenak
atau kembali ke posisi awal
merupakan dia ia mereka dan kamu
lalui pokus kepada penataan diri yang membutuk kan sebuah perjuangan
untuk sebuah pengorbanan akan sesuatu yang baik
lalu keiklasan dan kesabaran untuk menopang semua agar tidak hampa?

bukankah sudah tau du ujung jalan itu ada banyak hal yang bisa didiskusikan?
mencari jalan yang indah untuk sebuah kemapanan hidup
entah kemapanan sosial diri sendiri keluarga atau masyarakat indonesia dan warga dunia?
terlalu jauh dan tinggi?

lalu buat apa kita manusia memiliki otak?
dan hati?

cih.. hati hati dan hati! hmmfff!
hati memiliki makna ganda bagi ku. dan kedua arti itu sama pentingnya bagi ku!
hati yang bermakna HATI
dan
hati berarti HATI.

gararambus! sebuah senyum sudah membelokan semangat yang gararambus!

peluk dunia

"jika ada kesempatan. aku ingin memeluk dunia,dan memetakannya!"

asbak

sudah dua hari,asbak ku penuh
dikamarku
sudah dua hari,senyu mu penuh
di hati

asbak mengumpulkan semua sisa
tar dan nikotin yang tersisa
asbak mengumpulkan semua Asa
akan semua hadir sebuah senyum
dalam harap hidup. hidup ku

sudah dua hari,nyamuk
dalam kamar ku
resah diri

"tidak ada sirkulasi dalam hati untuk semua asap yang berputar dalam kamar yang tertutup" kata kawan nyamuk mengutuk.

aku seakan mendegar resah mereka
"sama kawan,akupun merasa sepert itu!" kataku dalam hati kapada kawanan nyamuk
hatinya tertutup dan aku berputar-putar saja–seperti sekresi batang rokok yang ku bakar sendiri–dalam bayanganmu

entah sudah penyu oleh apa
hati itu sehingga tertutup
seakan-akan rapat bagi ku

ha.. asbak,apakah aku kan seperti mu
hanya sebagai tempat sisa sekresi hidup?