March 11, 2008
para prajurit di bawah puncak
tanpa barisan yang garang
yang tercoreng moreng
mereka tampak lentur
gemulai ketika itu di dalam
kabut tanpa panglima perang
yang memegang tongkat komando
sekedar peluit dan kaca mata hitam
ketipung bersatu organ dalam satu
kebersamaan dijaga oleh beberapa air 7warna
dan makanan 7rupa
tak peduli traktor pembangunan yang mengusur
rawa sari di pusat
lenggak lengkok di bawah kawah sindoro
menarikan tarian leluhur
entah dimana saat itu
kami
para prajurit di bawah punck sindoro
memapah kebudaayan yang tertatih
jajahan bangsa sendiri
*buntu,sekedar catatan perjalanan saja belum kelar! sial*
Filed by kopidanmalam at 5:10 am under Uncategorized
andaikan saat itu
adalah seperti biasa
tanpa malu akan pendaki
lainnya yang berlomba mengejar sunriseMu
sedang aku jemu dalam selimut
kasur tidur menikmati dingginnya kabut
hanya menunggu senja dan sunsetNya
kau bapak mas mbak adek para titisan
leluhur prajurit bawah puncak sindoro menunggu naga jahat ber bisa api