para prajurit di bawah puncak

tanpa barisan yang garang
yang tercoreng moreng
mereka tampak lentur
gemulai ketika itu di dalam
kabut tanpa panglima perang
yang memegang tongkat komando
sekedar peluit dan kaca mata hitam
ketipung bersatu organ dalam satu
kebersamaan dijaga oleh beberapa air 7warna
dan makanan 7rupa
tak peduli traktor pembangunan yang mengusur
rawa sari di pusat
lenggak lengkok di bawah kawah sindoro
menarikan tarian leluhur
entah dimana saat itu
kami
para prajurit di bawah punck sindoro
memapah kebudaayan yang tertatih
jajahan bangsa sendiri

*buntu,sekedar catatan perjalanan saja belum kelar! sial*

One Response to “para prajurit di bawah puncak”

  1. March 11th, 2008 | 9:40 am

    andaikan saat itu
    adalah seperti biasa
    tanpa malu akan pendaki
    lainnya yang berlomba mengejar sunriseMu
    sedang aku jemu dalam selimut
    kasur tidur menikmati dingginnya kabut
    hanya menunggu senja dan sunsetNya
    kau bapak mas mbak adek para titisan
    leluhur prajurit bawah puncak sindoro menunggu naga jahat ber bisa api

Leave a Reply