mbok

mbok,aku cuma mau bilang
"manusia ini titipan dari Sang Gusti"
mbok,hanya itu yang mau aku bilang.
"aku titipanNya"

matahari dan purnama selalu berkejaran.
biji cilik yang bapak tanam bersama mu sudah tumbuh besar,mbok…
embun dan gerimis sudah menemani ku lama.
terik dan awan pernah menemani ku pula.

mbok,ku cium kening dan kaki mu.
tanda sujud ku kepadaNya terhadap perintah memuliakan ibu.

aku kan terbang melayang entah kemana tanpa bayang mu.
melihat itu afrika.
beteduh di belantara hutan2 kalimantan.
dan,sejenak melihat dasar laut yang misteri.

mbok,ingat cerita penjelajah angkasa yang berkelana mengitari
dunia,yang selalu kau ceritakan?
atau sekedar cerita kepahlawanan si mbah,yang di cap pemberontak PRRI
karena kesal dengan sentaralisasi bung karno?

heh he,mbok…
aku memang sudah takdir alam untuk menuruni tabiat si mbah.
aku memang sudah takdir dunia untu mengagumi cerita mu setiap malam
ketika aku masih kecil dulu.

aku menjelajah untuk menempa diri karena aku leleki,mbok…
aku memberontak karena aku tahu itu memang sebuah pelanggaran.

waduh,mbok…
akhirnya aku menangis.

jika memang aku sudah ditakdirkan untuk melihat dan bersama
kesengsaraan,aku akan selalu mencoba tersenyum,mbok…
aku ingat kata2 si mbah dari pak de,
"jika kamu mau hidup jangan separo. jadilah bandit,bandit yang besar
jangan sekedar tukang copet. jika jadi tentara,jadilah jendral besar!"

aku akan coba ternyum,mbok…
tenane!
walau itu senyum pahit dan pilu.

jika memang takdir menuntun ku untuk bersama kebahagiaan dan kecukupan,
aku ‘kan pulang,ban berterik sepanjang malam dan hari di seluruh dusun
bahwa aku adalah anak mu!

mbok,aku anak mu.
hanya satu cita2 ku : kau bangga dan bahagia punya aku!

No comments yet. Be the first.

Leave a Reply