pajak cinta

berapa pajak akan aku berikan padamu,kasih.
berapa besar bunga pinjaman yang akan aku bayar selama ini,kasih.

berapa rasa yang akan aku kirimkan dari sini,dari planet entah berantah ini.
berapa ciuman yang kau inginkan pada saat aku tiba disana.
berapa rasa perih yang akan aku terima,ketika kau tau aku bukanlah aku yang dulu.

kasih. cinta. berapa lama algi aku akan menatapmu dan tersenyum.
cinta. kasih. entah apa yang harus aku perbuat saat ini.

mana yang harus aku prioritaskan.
kamu cinta sejati ku yang menunggu disana
atau
ia,cinta sesaat ku disini.

jujur,sayang… ada rasa ketakutan yang aku rasakan ketika akan bertemu dirimu yang indah.
aku grogi.
aku gemetar.
aku tak berdaya.
aku munafik.
aku (sekali lagi) entah.

ingin mencumbu mu tapi aku bukan siapa-siapa saat ini.
ingin menari berdasa tapi aku rapuh,cinta.

aku hanya sangup embelai-belai kasih semu ku dengan belai-belaian cinta yang semu pula.
semua semu dalam dunia semu ini.

kapan. kapan pajak cinta itu akan kau tagih?

saat ini disini

disini saat ini hujan tak terkendalikan.
hampir-hampir banjir melanda hati itu.

saat ini disini,entah tak terkendali.
dalam anyaman sugawi yang kokoh merindukan saat-saat itu disana-sini.

@

DAMAI DALAM SEBUAH MAKNA YANG DALAM.
LALU ENTAH BAGAIMANA AKU AKAN ENYELAMI SAMUDRA YANG TERLALU DINGIN LALU TERDAPAT SEKAT SIDALAMNYA YANG AKAN TERJADI ANOMALI,DIAM-DIAM SUHU AKAN BERUBAH SECARA DRASTIS. DIAM-DIAM.

sekarang semua prakara akan masa depan timbul. diam-diam lalu membuncah-buncah tak terkandali.. semua panik. semua panik.
akankah itu semua terjadi?
sesuai dengan apa yang sudah terpikirkan oleh sel otak dan sel hati ku?

seperti malam itu?
tenang dan damai dalam kemelut yang terjadi di bawah langit senjaMu.

semua dalam kontrol yang damai. tersenyum pada akhirnya. dan,bahagi,ketika menjalaninnya. aku sempat tersenyum.. walau hanya 12 detik,bibir itu naik danpa memendam dendam dan hatiku berdansa riang. walau tubuh ini lelah… dan sedikit emosi terpancing olehnya. oleh mu. yaa.. oleh dia.

saat ini,tidak!
aku tidak merasakan indahnya istirahat bersama mu,sayang.
aku bebal. kamu pun bebal. kita semua keras kepala. meraung-raung kesal dalam hati dan tergambarkan oleh desain mahadasyat Tuhan yang mengartikan bahwa kami sedang kesal. entah itu palu yang hilang,tralis yang entah kemana,pagar yang kokoh berubah desain dengan modol masa kini yang menurut mu itu tidak kokoh lagi seperti yang semula.
atau tentang lemari yang rusak terkena banjir lalu hordeng-hordeng bau jamur karena terendam dalam suasana yang lembab. tentang kamu dan tentang pendahulu-pendahuli kita.

entah dalam hal-hal yang rumit antara logika dan penalaran masa kini dengan atau bertarung dengan hal-hal magic yang sudah turun temurun dan aku yang terimbas karena menyakini akan hal adanya KARMA. sial!

satu sisi aku ingin melonjak lonjak entah kemana mengikuti arah hati yang senag dan bahagia,bukan yang terbebani. aku ingin bebas dan kau tak ingin terbablas! hmmm… boleh juga!

tapi yang ku inginkan adalah bebas dal tempat yang semestinya.
ya.. ya… memang terlalu bebas tidak baik dan tidak boleh.
tapi..tapi.. saya ingin dan mungkin yang kau ingin adalah kebebasan yang bertanggung jawab toh?

aku akan mencobanya! benar-benar akan mencobanya! pasti!
doakan aku dan dorong aku @ kebebasan yang bertanggung jawab ini.
aku kan buktikan sebuah posisi tawar untuk kita semua.

HMMFFF…

HMMFFFF…