sendal jepit dan suasana rembang yang haru biru

"kenapa tidak memanfaatkan libur cuti bersama??"

"karena saya tidak punya duit,pak!"

"hanya sekedar itu? saya,tidak percaya…"

"hmm,terserah bapak. memang harus saya jelaskan sejelas-jelasnya alesan saya tidak memanfaatkan liburan cuti bersama seperti kawan2 lainnya?"

"iya,atau kamu saya tangkap!!"

"alasan pertama,uang! alasan kedua karena tidak ada uang. alesan ketiga,gmn gw mw pulang desa kalo gak ada uang!!! alesan selanjutnya,mw menikmati hal yang gak bakal gw dapet kalo gw pulang desa. alesan selanjutnya,gw mau belajar menikmati hidup tanpa ketergantungan.. puas,pak?"

"bisa saya terima. lantas kemana saja kamu selama itu?"

"ungaran.rembang.kosan"

"bisa jelaskan,masing2 kegiatan itu?"

"ungaran adalah salah satunya gunung disemarang,disana akan diakan sebuah kegiatan,dan saya termasuk salah satu tim survey jalur.
rembang. karena habis salda untuk bertahan hidup,saya diajak seorang kawan untuk silaturahmi ke desanya.. rembang! rembang bangkit. disana saya melalui kota kudus yang ketika itu sudah mulai tergenang banjir dan kota pati yang juga sudah mulai tergenang banjir.
di rembang gw melampiaskan rindu terhadap nasi rawon yang pertama dan terakhir kali gw makan kelas 5 sd di brebes.. menurut legenda,rawon rembang sangat sakti mandraguna.
di kosan. saya melalakukan hal yang sangat positif. menggeser makna gudang yang selama ini melekat di kamar kosan gw. saya bersih2 kamar,pak,selama dikosan."

"lalu mana sendal jepit saya?"

"hilang bersamaan ketika kita merokok bersama dikantor polisi dan anda meminta uang sukarela yang sudah ditarifkan kepada kawan saya. maaf."

2 Responses to “sendal jepit dan suasana rembang yang haru biru”

  1. January 11th, 2008 | 11:18 am

    mbayangin makan nasi rawon pertama dan terakhir kali pas kelas 5 SD…….
    kasian amat…

  2. March 11th, 2008 | 8:04 pm

    kasihan. dan polisi itu juga kasihan. seperti sendal jepit ku.

Leave a Reply