patah-patah

semua yang tegak,patah-patah.
tetes-tetes biru itu memperlihatkan reaksinya,walau lamat-lamat ia patah-patah.
rangkulan iblis itu kuat-kuat dalam gandengan busuknya lalu,patah-ptah.

semua itu kita patah-patahkan sendiri.
kita. bukan kamu bukan saya bukan ia bukan mereka,kita.

lalu pondasi itu runtuh dan tiangnya patah-patah.
ada tandon,ada tangga,ada malam,ada langit,ada tivi,ada karpet,ada galon,dan patah-patah.

lalu patah-patah itu dalam sebuah kumandang perintah untuk melakukan hal baik dan menjauhi hal buruk. putih dan hitam.

tetap patah saja ketika itu.
kita patah jadi patah-patah beberapa bagian.

No comments yet. Be the first.

Leave a Reply