suasana senja dan mengapa?

saya dari kecil selalu dikenalkan suasana gunung…
padahal ketika itu,rumah saya di tanjung priok,utaranya jakarta. entah kenapa selalu puncak-bogor menjadi tujuan rekreasi keluarga saya waktu itu-pikir ku saat itu.

lalu,dengan mendobrak tradisi keluarga yang selalu berlebaran di jakarta,,bapak mengambil keputusan untuk lebaran ied fitri di kampung halaman-tentunya sudah berdiskusi dengan ibu sebelumnya,yaa.. hanya mereka berdua-kerena setelah akan berangkat ada beberapa keluarga yang menentang keputusan mereka berdua.

advedventure,Ndes…

naik mobil sedan honda civic ‘koper’ taun 70an,dengan penumpang+sopir[bapak] 6 orang. jakarta-Sawah Lunto [Sumatera Barat].

entah mengapa kami sekeluaraga,tentunya Bapak senang jalan malam.. padahal,setau ku,banyak pemudik ke sumatera ketika malam tiba mereka istirahat walaupun itu di POM BENSIN. setelah SMA aku baru tau,"kalo malam,kita tau ada mobil dari arah berlawanan dari cahaya lampu" jawab bapak ketika aku tanya.

rumah nenek ku yang masih di sawah lunto dari pihak bapak,nenek dari pihak ibu sudah di jakarta.. mau tak mau,kami harus tinggal di rumah bapak,walau dari tradisi minangkabau kita harus tinggal di rumah daripihak ibu.. yaa,entahLah,sebuah budaya harus aku hargai walau sampai saat ini saya belum bisa sependapat.

rumah nenek dari pihak bapak ada di puncak sebuah bukit,bukit Kendikir.
harus melewati setapak jalan kecil untuk mencapainya,dan tentu harus berjalan kaki.

setelah beberapa kali pulang kampung,aku baru tau kenapa bapak selalu mengajak ku rekreasi minimal ke kebun raya dibanding ke pantai anyer atau sekedar pantai ancol,"pantai panas" jawabnya singkat ketika adik bertanya.

setelah beberapa tahun setelah mudik pertama kali.. aku keterima di sebuah PTN di daerah semarang, jurusannya perikanan.

ketiaka pertama kali praktikum di jepara,berbatasan langsung dengan laut jawa. aku lihat suasana senja yang sama ketika kita akan memasuki hutan di daerah jambi ketika mudik pertama. indah jingga…

suasana yang baru terbentuk ketika umurku 19 tahun,menurutku.
selama ini yang ku lihat dengan indahnya hamparan hijau dan temprature yang sejuk.

hah ha…

walaupun selalu/sering praktikum di laut atau pesisir jiwa2 gunung yang ditanamkan bapak tidak luntur.. aku masih sering bermain atau sekedar membuang penat ke gunung2 di jawa tengah. dan entah kenapa pula,aku selalu menyaksikan suasana senja yang indah. mungkin jarang sekali aku memaksakan melihat sunrise.. hah ha,mungkin aku yang malas untuk meninggalkan sleepingbag dikeadaan subuh yang dingin heh he.

suasana senja yang entah mengapa punya sesuatu spirit yang elok bagi gw.
gunung dan pesisir pun entah kenapa menjadi hal yang bersatu walau mereka adalah sesuatu yang tertolak.

bukankah senja adalah saat dimana hari itu berakhir dan menjadi pembatas sebagai sebuah awal juga.
sebuah titik tipis perbedaan,antara awal dan akhir dari hari ada di suasana senja.

begitu pula pesisir dan pegunungan,mereka bertolak belakang tapi punya hal yang indah dalam sisi yang elok.. ketika akhir dari hari yang jinga dan awal hari yang jingga. ketika kita menunggu datangnya malam.

2 Responses to “suasana senja dan mengapa?”

  1.   aat
    January 4th, 2008 | 3:21 am

    gunung dan pesisir kalo diliat dari satu sisi memang bertolak..
    tapi mereka saling berkaitan dan mendukung..

  2.   muTiara
    January 4th, 2008 | 4:38 am

    hohohoho…

    a nice story n’ a great view!!!

Leave a Reply