tuk seorang kawan

                                                    antah berantah,april2007 pagi buta

piye kabare ndes?
sabar ya….
sori,ketika itu gw gak sanggup untuk mluncur ke TKP,belum tidur malam,capek dekor,bensinpun cekak.

mungkin hanya surat ini yang sanggup ku berikan,jujur gw bukan UtusanNya untuk ngurus semua umat dengan berbagai solusi yang dibisikan Jibril. hanya manusia biasa sama dengan kau,bedanya KITA ADALAH KAWAN.

ide ini pun gw dapet dari kakak kelas gw waktu SMA,yang suka mengirimkan surat untuk srintil dari djokokokeret..hahaha
setiap manusia punya lingkaran2 pribadinya,kasarannya persetan siapa kamu gak boleh masuk wilayah ini… wajar dan manusiawi.

bro,boleh untuk tidak atau belum percaya dulu dengan orang2 yang selalu berkeliaran di dekat mu.

tapi lo beda kawan…
lo keliatan tulusnya,walau dengan masalah ketika kita kecil dulu…hehehe

setiap orang pasti dapet bonus cobaan dariNya,entah bagaimana caranya hanya Tuhan yang paham.
Dia Yang Maha Adil,gak bakal kasih apa yang di sanggupi oleh umatNya.
inget gak ada sebab ada akibat,kita pernah diskusi di pinggir jalanan dekat patung almamater kita di teras angkuh gubernuran?

gw tau lo galau,gw tau lo sakit ati bet…
ada hikmahnya pasti dah! klise ya,inilah kawan bos.
hanya bisa sok-sokan seperti kyai,berpidato. tapi,kami tulus. agar lo bahagia,mencoba agar lo mencoba sedikit menghilangkan galau lo aja.

emang kadang,lo berpikir
coba lo yang kena,pasti lo gak bakal berkoar2 kayak alim ulama…

SALAH! lo salah besar bos!
kawan adalah saat senang dan susah,maksud kami menghibur lo gada yang lain…

agar senyum yang dulu hilang sesaat,sekarang merekah kembali dengan tulus lagi.

iya,lo butuh sendiri… itu manusiawi.
tapi,lo juga butuh… setelah ini gw harus ngapain?
apakah harus jual lele?
apakah harus makan soto?
atau apa?

lo gak taukan setelah masalah itu dateng harus ngapain?

itu gunanya orang dewasa!

bro,malam makin larut…
pala juga makin pening.

ingat ketika diskusi kita terakhir dulu.
cerita gw tentang seorang pelita,tentang tangan dan hati, yang kata lo sahabatan kotoran kerbau… tentang nasehat lo karena banyak engalaman tentang yang satu itu,lo tulus bos!

makanya,gw kirim surat ini dari entah berantah. entah berapa prangkonya…berantah nyampe ke tangan lo.

teman itu untuk berbagi,apalagi kita mahasiswa rantau!

semoga,masalahmu cepat berlalu — badai pasti berlalu –
setelah itu KITA MUNCAK GUNUNG LAGI YAUWWW!!!!

maturnuwun
Wasalamualikum

-tipank,begitu biasa kau sebut diriku-

ragam

kalkulus memang mengajari enstain tentang ragam2 statistika.

manusia dan alam raya mengajari ragam kehidupan dan ego masyarakat.

hari bumi

hari bumi,beberapa orang bergerak dengan percepatan yang sengit… mencari makna atau hanya mengejar popularitas gw gak tau.

dan belum bisa tentukan sikap,itu kata hati dalam ini.

satu sisi ingin memaknai hari bumi dengan tulus,tanpa sampah,tanpa kotoran. pikiran itu mengapung. lama.

atau hanya karena tuntutan predikat yang melekat sebagai agen perubah,lalu mencari2 kesempatan untuk sebuah pengakuan. entah.

hanya diri sendiri.

hanya hati sendiri,yang dapat menjawab dengan tenang.

maturnuwun

+

Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, menyia-nyiakan usia dan dari sifat kikir. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan dari fitnah kehidupan serta kematian.”*

*)HR. Muslim. Shahih Muslim, no.4878, hadits marfu’, dari Anas bin Malik ra.

sekedar dapat pesan seperti di atas membuat ingin menyebarkannya ke kamu yang baca blog ini.

langit putih

sekali lagi aku beruntung!
Tuhan memberi ku kesempatan untuk melihat langit dari dekat
sebuah pemandangan gumpalan awan putih yang sesekali membiru dan kadang hitam
kata orang itu ketinggian diatas 3000 meter diatas permukaan laut

sekali lagi aku beruntung!
karena diberi kekuatan lebih untuk berjalan dari biasanya
bernapas kuat diatas atsmofer dunia…

jawa tengah memang bagus,didepannya kuliah sumbing yang lalu
lalu kawah sindoro yang indah
dan kata orang slamet yang besar di balik itu.
mereka terkenal dengan tripel s
sekedar merbabu dan merapi yang satu desa,dengan double m-nya

aku duduk mengatur nafas,memandang jauh keatas langit putih tanpa batas
melihat kawah indah yang segar
melihat wajah2 puas kawan2 di puncak itu!

dan,sekali lagi di ats puncak sindoro senyum manis itu terbayang…
lagit putih dan terik membakar kulit luar ku
hanya kulit luar ku