ku pijak

diatas tanah ini gw pijak,dalam renungan akan adanya makna alam dari sabda-Nya.
selama ini ke-dunguan selalu menempel di balik tengkorak diriku, AKULAH SI SEBAT!!!
aku selalu dipusingkan oileh kemenangan-kemenangan sesaat dengan dalih revosioner, PERUBAHAN.

siapa aku?!
siapa kamu?!

hanya seongok daging,darah dan napsu dengan racikan mendidihnya darah yang muda.
yang masih mendiskusikan kemolekan fisik dari pada sucinya cinta.

membenci sesuatu hanya karena alasan2 tolol yang kau titik beratkan pada statisnya kehidupan mereka yang kau anggap membawa dampak pada diri sendiri.

gw pun seperti itu!

bukankah ALAM RAYA SEKOLAH-KU,SEMUA ORANG GURU-KU

sabda Tuhan pun jelas, Silaturahim memperpanjang umur. Bukankah, firman pertamaNya membaca!

manusia mahluk berpikir,mari berpikir untuk memelihara yang sudah pakde2 bangun bukan merusak dengan cocot revolusi gambus tanpa strategi.

dan…

dan gw terjebak dalam sebuah siklus kehidupan.sebenarnya semua itu yang wajar! hanya saja aku binggung tuk menjalaninya lebih jauh….
atau,lebih tepatnya memilih!

terbentur dengan logika2 asu buntung* (hahaha…*makian yang gw dapat dari ronggeng dukuh paruk)
terbentur dengan…BLANK-jangkrik!!!

hanya,satu hal Pras!
Tuhan itu ada…
aku merasakannya sedikit-sedikit,
dan,cinta itu bersamaNya
artinya?!
cinta itu ada…

SANDILAKA

dan sandikala,
tergangu dengan bayang pemilik senyuman itu, dan gelak tawa mereka yang ajaib.

SENJAKALA

saat ini,sedang senang menikmati senjakala. waktu dimana bukan siang juga bukan malam.tempat itu bukan di kosan gw saat ini tapi di kampus pleburan sana. mantap kali,tembalang,rona2 kemerahan diantara tiang2 listrik besar yang menutupi ungaran dari beskem.

suasana beskem yang sibuk untuk melakukan suksesi,atau istilah kami reog-reorganisasi.
suasana kampus yang berganti penghuni,dari mahasiswa reguler perikanan berganti dengan mahasiswa extensi sastra… konon,kampus perikanan itu pinjaman dari fakultas sastra,hmm..entahlah gw gak peduli!

senjakala gw dapet dari bukunya ahmat tohari-ronggeng dukuh paruk.

emang yang mantap,menikmati pergantian suasana,sebuah gejala alam yang selalu berulang.

senjakala juga kadang menuntun gw untuk melamun…
"Tuhan,bimbinglah hamba selalu…."

senjakala juga kadang mengingatkan hal2 kecil yang membuat …
"Tuhan,tunjukanlah jalan yang lurus…"

namun,senjakala juga menapakan senyum manis itu…
"Tuhan,jagalah semua keluarga ku…"

dan,senjakala…
memberi semangat akan senyuman itu dan keberadaan Tuhan

mengila pesona?

mengila pesona?
dalam dataran ketenaran
merajut benag-benang emas-perak
di balik semak-semak kebodohan
yang terpikul

akukah pemilik rajutan itu?
yang dibalik pesona?
atau orang bodoh
di balik semak
yang merajutkan tahtamu,kawan?