para sopir lintas II

salut memang buat para sopir lintas,yang memaksimalkan mobil mereka. Atas pendendaman terhadap jakarta yang tak dapat memanjakan gerak gigi perseneling hingga top speed.

para sopir lintas juga memanjakan ingatan atas 3 tahun berlangganan L300 bogor-sukabumi saat itu,saat ini juga hanya sesekali saja jika ada luang waktu.

memang bukan setara mereka,tapi aku menikmatinya…walau masih amatir,kali pertama. Sekalian membantu Bapak,walau kabang buat Ibu melafalkan asma2 Tuhan atas semua. Yeah..sekali lagi maaf,masih amatir.

setidaknya ada YIN-YANG agar tidak bablas. Terimakasih.

setidaknya dapat memisahkan ‘bahaya’ dengan ‘tingkat kesulitan’,'pengecut dengan ‘kehati-hatian’. kecelakaan konyol karena ‘nekat’ yang umumnya lebih dikaitkan pada intitusi yang kurang tajam". (Gaston Rebuffat - Perancis)

One Response to “para sopir lintas II”

  1.   aat
    November 17th, 2006 | 7:22 pm

    memang lintas sebgai ajang pembalasan terhadap jalanan ibukota yang sumpek…….. aq juga menikmatinya dan merindukan suasana itu lagi…….
    lintas menciptakan sopir2 yang tangguh dan pengalaman… masuk lintas tengah miniumum 100 km perjam heeeeee… ya gak…….
    walau jalanan agak kecil dan banyak tikungan itu tak masalah… yang penting cepat sampai… tanpa meninggalkan faktor keselamatan….
    cepat asal selamat… buktinya jarang terjadi kecelakaan dilintas…
    oiya kalo qm pengen menjadi sopir yang mahir belum cukupkalo kalo belum pernah mencoba kelok 44…. masih di lintas kok…….. minimum kec 60 km/jam untuk turun dan naik terserah yang penting bisa selamat dah untung heeeee….

Leave a Reply