hai…

hai…kamu memang selalu berbeda
hai…kamu memang selalu hangat
hai…hanya senyum itu yang selalu terpikir

walau,
tendanganmu mengagetkan,bukan menyakitkan

walau,
pukulanmu mengharukan,bukan menyakitkan

memang,kicauan itu yang kutunggu
memang,gemerecik air yang mengalir itu yang kutunggu

kicauan dan gemerecik dirimu.

serangkai kata maaf

memang benar,jika di atas bumi yang semakin kapitalis dan sosialis yang gak jelas ini,manusia sudah memperlihatkan sisi keiblisannya…dari sudut pandangan gw!

apalah arti kata maaf!
hanya gengsi dan sakit hati yang terbesit dalam kalbu itu?
hanya gengsi dan sakit hati yang terekam dalam otak itu?

apakah memang hanya alam –bukan puncak tertinggi atau tantangan yang lebih dalam memaknai kata alam– yang dapat memberi perenungan atas semua ini…

apakah perlu semua koloni bergabung dan merencanakan sebuah kudeta bawah tanah
lalu kamu sekalian bangga ikut dalam rapat itu

bangga atas puntung2 rokok yang bertebaran di sisi jalan
bangga atas puluhan botol yang berserakan disisi jalan itu juga

lalu,kata2 yang sudah lama kita liat di stasiun tipi nasional milik negara yang di putar setiap memperingatinya sebagai kata2 sandi,sebagai kata2 yang kau banggakan?!

tenang,gw ada dipihak-mu…memang semua butuh pengorbanan,semua butuh pilihan.
hanya heran,mengapa mereka ingin diseperti itukan?
apakah kudeta sudah jadi tren bulan september?

gw hanya ingin tidur lagi di alam
gw hanya ingin belajar kalkulus di bumi perkemahan di daerah ciwide
gw hanya ingin mengirim pesan singkat yang terdiri dari rangkaian maaf untuknya atas rapat bawah tanah itu di puncak bukit kendikir
gw hanya ingin mereka sadar bahwa 200 itu bukan miliknya
gw hanya ingin supaya tanggal 5 oktober taun ini datangnya lama [hahahaha],sebab tak ingin kecewakan mereka si pembuat kolak!

lalu,bilang tengkyu atas jejaring yang diberikannya atas aceh,atas para bule2,atas english yang belum sempurna,atas usaha2,atas ilmu2 ormed,ilmu2 iwak2 ‘guateli,ilmu pohon tepi pantai yang gw curi belajar…lalu minta maaf kalo belum di optimalkan saja.

lalu,tak sabar untuk melihat senyum-nya yang selalu tak sabar dinanti
walau harus ada penggulingan!

serangkaian kata maaf kadang mudah kadang sulit,sayang…
hilangkan sakit hati dan gengsi-mu